Alasan Anda Sering Pilek Berkepanjangan

8 July 2025 Kesehatan

Alasan Anda Sering Pilek Berkepanjangan

Mengetahui Arti Pilek Berkepanjangan

Pilek berkepanjangan merupakan situasi yang dialami oleh seseorang ketika gejala pilek seperti hidung tersumbat atau berair, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk telah berjalan cukup lama dari biasanya. Umumnya, pilek bakal reda paling tidak selama 7-10 hari. Situasi ini bisa menyerang di semua umur baik itu anak-anak maupun orang yang sudah dewasa. Apabila pilek terus menerus terjadi dan tidak kunjung sembuh, maka ini bisa dinamakan sebagai pilek berkepanjangan. Jika sudah seperti itu, sebaiknya pergilah ke dokter untuk memperoleh penanganan medis.

Sinusitis Mungkin Menjadi Faktor Jika Pilek Tidak Kunjung Sembuh

Orang yang terus-menerus mengalami pilek dan tidak cepat sembuh kemungkinan besar mengalami infeksi sinus akut. Hal ini sering menyerang lansia. Pilek yang telah berlangsung atau terjadi selama 12 hari itu menjadi tanda bahwa Anda mungkin terkena yang namanya sinusitis kronis. 

Semua orang pasti merasakan pilek yang secara terus menerus ada dan tidak kunjung hilang. Biasanya, pilek dapat sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 2 minggu. Akan tetapi, jika terus-menerus mengalami pilek lebih lama dari waktu itu, maka kemungkinan Anda bakal mengalami situasi medis yang lain. Sinusitis mungkin menjadi salah satu faktornya.

Pilek yang belum kunjung sembuh bisa diakibatkan adanya infeksi atau alergi. Apabila hambatan tersebut diakibatkan oleh adanya infeksi yang bisa membuat penderita merasakan sinusitis, maka lendir kental yang berwarna hijau atau coklat bakal keluar. Tidak hanya itu, rasa dari sakit mungkin cuma terasa di beberapa area tubuh seperti mata dan hidung. 

Sinusitis sendiri merupakan suatu gejala akibat peradangan yang terjadi di jaringan dinding pelapis pada rongga sinus. Area tersebut terdiri dari ruang yang memiliki udara dan terletak di beberapa anggota tubuh seperti pipi, rongga hidung, hidung, serta pada atas mata. Hambatan ini berlangsung ketika sinus yang semestinya mengeluarkan udara hanya berisi cairan sehingga mengakibatkan penyumbatan. 

Saat sumbatan berlangsung, kuman bisa mengakibatkan infeksi yang dinamakan sinusitis. Apabila Anda merasakan pilek yang dikarenakan oleh sinusitis, maka Anda bakal merasakan sakit pada area mata dan hidung. Tidak hanya itu, lendir yang berwarna hijau kekuning-kuningan juga bisa keluar. 

Pada umumnya, sinusitis ini diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa menemukan bakteri yang seringkali terletak pada rongga sinus. Perbedaan sinusitis dan yang kronis terletak di durasi gejalanya. Apabila gangguan ini sudah berlangsung selama lebih dari 12 minggu, maka ini dinamakan gangguan kronis. 

Perbedaan Sinusitis Pilek Akibat Infeksi dengan Virus

Anda bisa mengenali perbedaan sinusitis pilek yang diakibatkan oleh infeksi dan yang diakibatkan oleh virus. Salah satu solusinya adalah dengan melihat gejala dari keduanya. 

Gejala sinusitis yang diakibatkan oleh virus biasanya bakal membaik sesudah berjalan selama 3 sampai 5 hari. Sementara, gejala sinusitis pada infeksi bakal berlangsung lebih dari 10 hari tanpa ada kemungkinan menjadi membaik. Gangguan yang diakibatkan oleh kemunculan bakteri membuat infeksi menjadi sangat parah tambah lama. 

Tidak hanya itu, pilek yang diakibatkan oleh infeksi sinusitis bisa tampak pada pola gejalanya. Seseorang yang terkena hambatan ini bakal membaik sesudah menjalani berbagai hari. Sesudah itu, hambatan kembali muncul dan semakin lama menjadi sangat buruk. Hal itu membuktikan bahwa infeksinya cukup bertambah parah. 

Penyebab Sering Pilek Berkepanjangan

Mengetahui faktor penyebab pilek berkepanjangan merupakan hal yang sangat penting karena itu merupakan tahap awal dalam memperoleh penanganan yang tepat. Berikut adalah faktor yang bisa membuat pilek Anda bertahan lama dari biasanya antara lain:

  • Istirahat yang Sangat Kurang

Kurangnya istirahat bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang membuat tidak bekerja dengan maksimal. Tidur adalah solusi terbaik dalam melawan virus yang merupakan faktor penyebab pilek. Istirahatlah pada jam 8 setiap malam supaya sistem kekebalan dapat mengatasi virus dengan baik. Penelitian memperlihatkan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam per malam mempunyai kemungkinan 4,5 kali lebih besar daripada orang yang tidur selama 7 jam atau lebih. Oleh karena itu, tidur merupakan hal yang sangat tepat ketika kondisinya masih belum stabil maupun sedang sakit.

  • Alergi

Hal tersebut bisa jadi yang Anda rasakan itu bukanlah pilek biasa, tetapi adalah alergi itu sendiri. Alergi maupun pilek mempunyai gejala yang sama seperti hidung tersumbat, bersin, serta postnasal drip. Akan tetapi, perbedaanya terjadi di waktunya. Pilek biasanya dapat hilang dalam kurun waktu 7 hari. Sementara, alergi dapat terjadi selama berminggu-minggu terutama apabila sering terkena alergen. Apabila masih bingung dengan kondisi yang dialami, maka sebaiknya pergilah ke dokter atau spesialis yang berkaitan dengan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk memastikan apakah yang dialami itu merupakan alergi. 

  • Dehidrasi

Ketika kondisi tubuh Anda masih sakit, melindungi tubuh agar terhidrasi merupakan hal yang sangat penting. Tubuh dipastikan bakal kekurangan cairan ketika memproduksi lendir dan apabila Anda lagi demam, maka dehidrasi bisa berlangsung lebih cepat. Obat yang dijual di berbagai apotek bisa mempermudah dalam mengeringkan pilek Anda tetapi itu juga bisa membuat cairan dalam tubuh menjadi berkurang. Tidak hanya itu, sakit pada area tenggorokan bisa membuat malas dalam minum. Supaya hidrasi bisa terjaga dengan baik, maka minumlah air, jus, dan sup. Selain itu, jauhi alkohol serta minuman yang mengandung kafein. Hal bisa menyebabkan dehidrasi lebih lanjut. 

  • Stres

Stres yang berlangsung secara berlebihan bisa membuat tubuh Anda menjadi lemah sehingga gampang terkena virus penyebab pilek. Stres kronis bisa berdampak buruk buat tubuh karena mengurangi sel darah putih yang berguna dalam melawan virus. Selain itu, stres kronis juga menghambat regulasi hormon kortisol yang bertujuan dalam mengendalikan peradangan. Menangani stres bisa membantu memperkuat daya tahan tubuh serta mempercepat kesembuhan dari pilek yang telah dirasakan.

  • Infeksi Sinus

Apabila masih belum kunjung sembuh dari pilek selama 10 hari, maka Anda mengalami yang namanya infeksi sinus. Infeksi sinus itu terjadi ketika cairan menumpuk pada rongga sinus sehingga membuat kuman menjadi tumbuh dengan sangat pesat. Kebanyakan infeksi sinus yang dialami itu diakibatkan oleh adanya virus, namun infeksi bakteri juga dapat menjadi pemicunya. Apabila gejala pilek ini masih tetap sulit untuk disembuhkan, maka solusi terbaiknya adalah pergi ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

  • Terkena Infeksi oleh Berbagai Macam Virus

Penyebab pilek yang dialami oleh beberapa orang itu adalah virus dan salah satu yang paling umum adalah rhinovirus. Akan tetapi, virus Human Metapneumovirus (HMPV) juga dapat menjadi pemicunya. Human Metapneumovirus (HMPV) merupakan virus RNA yang bisa mengakibatkan infeksi terhadap saluran pernapasan manusia baik itu saluran pernapasan atas maupun bawah. Virus tersebut berhasil diidentifikasi pertama kali pada tahun 2001 di Belanda walaupun diprediksi sudah menginfeksi manusia berpuluh-puluh tahun lamanya. 

Terkena infeksi dari berbagai virus membuat pilek itu menjadi sulit untuk disembuhkan hanya dengan memakai sistem pengobatan. Apabila pilek berkepanjangan ini masih Anda rasakan, maka itu sudah dipastikan Anda terinfeksi oleh berbagai virus dan sangat memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk sembuh. 

  • Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan atau infeksi yang bertujuan untuk menyerang area kantung udara (alveoli) di satu atau kedua dari paru-paru. Kantung udara itu bisa dimasukkan cairan atau nanah. Hal itu yang membuat Anda mudah sakit seperti batuk berdahak atau bernanah, demam, sulit dalam bernapas, serta menggigil. 

Pneumonia kemungkinan besar disebabkan oleh munculnya infeksi bakteri yang dinamakan Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini yang dikenal dengan pneumokokus merupakan bakteri Gram-positif berbentuk bulat (kokus) yang sering dicari berpasangan (diplokokus) dalam rantai yang pendek. Bakteri tersebut ternyata juga tidak membentuk spora serta tidak bergerak. 

Tidak hanya itu, beberapa virus seperti influenza, pernapasan syncytial (RSV), dan COVID-19 bisa membuat infeksi tubuh Anda menjadi berkembang dengan cepat. 

Jamur juga menjadi faktor utama yang menyebabkan pneumonia serta kemunculan organisme seperti mikoplasma yang membuat Anda terkena pneumonia. Pneumonia bisa masuk ke area paru-paru dikarenakan adanya mikroorganisme dan menyebabkan respons peradangan. Akibat respons tersebut, hal itu mengakibatkan kantung udara dengan mudah dipenuhi oleh sel-sel imun, cairan, dan puing-puing yang bisa menghambat pertukaran antara oksigen maupun karbondioksida secara efektif. Dengan hal ini, penderita bisa merasakan yang namanya sesak napas maupun gejala pernapasan yang lain. 

Walaupun pneumonia bisa menyerang semua orang, beberapa orang ini mudah rentan terkena penyakit ini seperti bayi dan anak kecil, lansia, perokok, serta orang yang sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah. Pneumonia itu bukan hanya penyebab dari pilek maupun flu. Situasi tersebut dapat terjadi karena kehadiran infeksi sekunder ketika sistem kekebalan tubuh menjadi lemah atau tidak berjalan dengan maksimal. Gejala pneumonia kemungkinan memiliki kesamaan dengan pilek maupun flu parah tetapi berbagai gejala yang boleh jadi berlangsung bisa meliputi demam, menggigil, nyeri dada, kesulitan bernapas, batuk yang terus bertambah parah, serta sesak napas. Apabila masih ragu dirimu mempunyai pneumonia, maka secepatnya konsultasi dengan dokter. 

  • Polip Hidung

Polip hidung merupakan benjolan lunak yang bukan dan tumbuh di dalam saluran hidung atau sinus. Bentuknya seperti menyamai tetesan air mata atau anggur kecil. Tidak hanya itu, ukurannya bisa sangat beragam. Pemicu dari polip hidung belum sepenuhnya dimengerti, tetapi seringkali dihubungkan dengan berbagai hal seperti peradangan kronis pada lapisan hidung dan sinus. Berbagai pemicu yang bisa memperkuat lahirnya risiko polip hidung yaitu asma, sensitivitas aspirin, dan fibrosis kistik. Penderita asma dipercaya mempunyai risiko yang sangat tinggi untuk terkena polip hidung dibanding penderita yang lain. Fibrosis Kistik merupakan Situasi genetik yang dapat memengaruhi produksi lendir dan bisa memperkuat risiko polip hidung. Gejala kemungkinan tidak dapat disebabkan oleh polip yang kecil tetapi jika polip Anda sangat besar, bisa menimbulkan berbagai efek yang buruk bagi tubuh seperti pilek berkepanjangan, hidung menjadi tersumbat, indra penciuman menjadi berkurang, sakit kepala, dan nyeri di wajah. 

Pilek Anda masih sulit disembuhkan itu menandakan bahwa sebaiknya perlu mempertimbangkan beberapa faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi kesembuhanmu. Apakah mungkin kurang istirahat, infeksi sekunder, atau dehidrasi dan segeralah konsultasi dengan dokter untuk membantu mempercepat pemulihan.

Editor Picks

Popular Hashtag