Alasan Hidung Anda Tersumbat di Satu Tempat Saja
14 August 2025 Kesehatan
Hidung tersumbat bisa dialami oleh siapapun. Orang dewasa sampai anak-anak pernah mengalami hal tersebut. Pada umumnya, hidung dari orang dewasa bisa tersumbat di satu tempat saja sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Akan tetapi, pada anak-anak atau bayi, situasi tersebut bisa menyebabkan kendala makan sampai tidur.
Penyebab Hidung Tersumbat di Satu Area
Hidung tersumbat bisa terjadi dikarenakan munculnya iritasi atau kerusakan pada jaringan hidung. Berikut adalah berbagai penyebab hidung bisa tersumbat di satu area:
- Pilek atau Sinusitis
Peradangan atau infeksi pada saluran hidung bisa mengakibatkan pembengkakan pada satu area hidung sehingga aliran udara menjadi terganggu.
Walaupun pilek maupun sinusitis sering dianggap sama, namun keduanya mempunyai perbedaan meski efeknya bisa tumpang tindih.
Pilek yang terkenal secara medis sebagai rinitis merupakan peradangan pada lapisan mukosa hidung. Situasi tersebut biasanya diakibatkan oleh infeksi virus seperti rhinovirus. Peradangan ini menyebabkan jaringan di dalam hidung menjadi bengkak dan menciptakan lendir berlebih sehingga memicu sensasi hidung tersumbat.
Faktor yang membuat hidung menjadi tersumbat di satu area ketika pilek adalah siklus hidung normal, gravitasi, dan reaksi tubuh.
Siklus hidung normal adalah sebuah proses fisiologis dimana hidung secara bergiliran mengalami penyumbatan dan pelonggaran pada salah satu area hidung. Sementara, sisi lainnya malah mengalami situasi sebaliknya. Siklus tersebut bisa berganti setiap beberapa jam.
Gravitasi memainkan fungsi penting dalam memperburuk penyumbatan. Saat sedang tidur miring, aliran darah bakal berkumpul di area tubuh yang sangat rendah. Hal ini mengakibatkan pembengkakan pada turbinat di sisi hidung tersebut sehingga terasa sangat tersumbat. Efek tersebut biasanya datang ketika bangun tidur, dimana posisi tidur miring selama berjam-jam menumpuk cairan di area tertentu.
Saat virus pilek menyerang saluran pernapasan, sistem kekebalan tubuh langsung bereaksi. Tubuh mengeluarkan histamin dan senyawa lain yang mengakibatkan peradangan. Histamin ini menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah di selaput lendir hidung yang disebut mukosa.
Pembengkakan ini bertujuan untuk menghambat virus menyebar lebih jauh ke dalam tubuh. Pembuluh darah yang membesar menciptakan ruang untuk sel-sel kekebalan tubuh seperti sel darah putih untuk memerangi virus. Hal itu menjadi efek utama mengapa hidung menjadi tersumbat ketika pilek.
- Alergi
Reaksi alergi terhadap bulu hewan, debu, serta serbuk sari bisa menyebabkan pembengkakan pada lapisan dalam hidung (mukosa) di satu area. Untuk menghadapi hal tersebut, sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi khusus yang disebut imunoglobulin E (IgE).
Antibodi IgE yang diproduksi dan melekat pada sel mast yang berlimpah di area hidung sebagai respons kepada alergen. Saat terkena alergen lagi, maka alergen itu bakal terhubung pada antibodi IgE di permukaan sel mast. Hubungan ini memicu terjadinya pelepasan bahan kimia yang sangat terkenal yaitu histamin.
Tidak hanya alergen saja, terdapat berbagai faktor lain yang memperburuk hidung tersumbat akibat alergi. Berikut adalah faktornya yaitu udara kering, perubahan suhu, polusi udara, dan sinusitis.
Udara kering bisa mengiritasi mukosa hidung dan membuatnya lebih mudah terkena peradangan.
Perubahan suhu seperti dari ruangan yang ada AC ke tempat yang panas bisa memicu hidung tersumbat.
Polutan seperti asap rokok, asap kendaraan, dan bahan kimia lain bisa mengiritasi hidung dan memperparah efek alergi.
Alergi yang tidak diobati bisa memicu peradangan di sinus yang pada waktunya memicu hidung tersumbat yang lebih parah.
Supaya hidung tidak tersumbat akibat alergi, maka sebaiknya hindarilah alergen. Ini dapat berarti memakai filter udara, rutin membersihkan rumah, serta menghindari hewan peliharaan.
Selain itu, menggunakan imunoterapi alergi. Hal itu merupakan penting karena berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak merespons terhadap alergen.
- Deviasi Septum
Ini merupakan situasi di mana sekat hidung, dinding tulang rawan yang memisahkan kedua hidung lubang menjadi melengkung. Apabila sekat bengkok ke salah satu area, maka dapat menghambat aliran udara serta mengakibatkan hidung tersumbat di area tersebut. Walaupun banyak orang mempunyainya tanpa gejala, deviasi septum yang signifikan bisa menyebabkan beberapa masalah. Salah satu masalah yang bakal datang adalah hidung tersumbat yang secara terus-menerus pada satu area.
Deviasi Septum menyebabkan hidung tersumbat di satu area lewat beberapa mekanisme utama. Berbagai mekanisme utamanya antara lain penyempitan saluran hidung, pembentukan turbinates kompensatori, masalah aliran udara, dan kontak antar struktur.
Penyempitan saluran hidung merupakan pemicu paling langsung. Saat septum bengkok ke satu area, ia secara fisik menyempitkan saluran hidung di area tersebut. Hal tersebut dapat menghambat aliran udara, membuat pernapasan menjadi sangat sulit dan terhambat seolah-olah terjadi adanya sumbatan.
Tubuh mempunyai mekanisme untuk mencoba mengkompensasi aliran udara yang tidak seimbang. Pada sisi hidung yang sangat lebar, turbinates (struktur yang berguna melembapkan dan menghangatkan udara) seringkali mengalami pembesaran (hipertrofi). Pembengkakan turbinates ini bisa menghambat saluran napas yang luas di area hidung sehingga membuat penderita merasa tersumbat di kedua area.
Apabila penyempitan fisik tidak sangat parah, maka bentuk spektrum yang bengkok bisa mengakibatkan aliran udara menjadi turbulen dan tidak efisien. Udara tidak berjalan dengan maksimal yang membuat sensasi hidung menjadi tersumbat walaupun saluran hidung tidak semuanya terhambat.
Kadang-kadang, area septum yang bengkok bisa berhubungan langsung dengan turbinates atau dinding samping hidung. Hubungan dengan pemicu bisa mengakibatkan pembengkakan pada area tersebut yang memperburuk sumbatan dan bisa mengakibatkan sakit kepala di wajah.
Tidak hanya hidung tersumbat, deviasi septum juga bisa menyebabkan berbagai hal. Berikut ini penyebabnya yaitu pendarahan hidung (epistaksis), nyeri wajah atau sakit kepala, gangguan tidur, dan menurunnya indera penciuman.
- Polip Hidung
Ini bisa terjadi karena bertumbuhnya jaringan lunak yang tidak ganas (tumor jinak) dalam saluran hidung. Polip hidung dapat terjadi di satu area hidung (unilateral) atau di kedua area hidung (bilateral). Kemunculan polip hidung di satu area biasanya memerlukan perhatian lebih serius karena bisa menandakan masalah yang sangat kompleks.
Penyebab pasti polip hidung tidak selalu diketahui secara pasti, tetapi ada berbagai faktor pemicu utama. Peradangan kronis pada lapisan mukosa di hidung dan sinus yang bertugas mengenai produksi lendir, umumnya menjadi pemicu terbentuknya polip hidung. Pembengkakan itu bisa terjadi karena peradangan kronis yang akhirnya membentuk polip.
Faktor pemicu utama dari polip hidung yaitu alergi, asma, sinusitis kronis, sensitivitas terhadap Aspirin atau NSAID, serta genetik.
Alergi merupakan pemicu utama dari polip. Ketika tubuh merespons alergen, zat kimia seperti histamin dilepaskan sebagai respons pertahanan. Contoh dari alergen yaitu serbuk sari, tungau debu, bulu hewan, atau jamur.
Bagi yang memiliki penyakit asma, maka mempunyai kecenderungan tinggi untuk mengembangkan polip hidung. Asma juga adalah kondisi peradangan kronis yang seringkali turut memengaruhi saluran hidung dan sinus. Hal itulah yang bisa meningkatkan risiko polip.
Sinusitis kronis sering menjadi akar masalah di balik kemunculan polip hidung. Sinusitis yaitu kondisi peradangan pada rongga-rongga udara di wajah yang terhubung dengan area hidung yang dikenal dengan sinus. Apabila peradangan berjalan dengan waktu yang sangat lama (lebih dari 12 minggu), maka kondisi itu dikenal sebagai sinusitis kronis. Peradangan yang berlangsung secara terus menerus bisa memicu pembengkakan mukosa hidung dan sinus sehingga menciptakan polip. Polip sering kali memperparah sinusitis dengan menghambat drainase sinus, membuat lingkaran setan peradangan dan pembentukan polip.
Beberapa orang mempunyai situasi yang dinamakan penyakit pernapasan yang diperparah dengan munculnya aspirin (AERD) atau trias aspirin. Situasi tersebut mempunyai tiga efek utama yaitu asma, sinusitis kronis dengan polip hidung, dan alergi terhadap aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Buat penderita AERD, pemakaian aspirin bisa memicu reaksi alergi parah dan memperparah peradangan hidung sehingga menyebabkan pembentukan polip.
Ada berbagai kondisi genetik yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena polip hidung seperti cystic fibrosis. Tidak hanya itu, kondisi lain seperti sindrom Churg-Strauss (granulomatosis eosinofilik dengan poliangitis) juga dapat menjadi penyebabnya.
Polip yang hanya berkembang di satu area hidung (unilateral) sering kali membutuhkan pengawasan lebih lanjut. Walaupun itu hanya polip biasa yang kebetulan berkembang di satu area, ada berbagai kemungkinan yang perlu dihilangkan. Berikut adalah kemungkinannya yaitu infeksi jamur dan tumor atau kanker.
Infeksi jamur kronis pada sinus (sinusitis jamur) bisa memicu peradangan yang terlokalisasi dan mendorong perkembangan polip di satu area hidung.
Walaupun jarang, terkadang polip unilateral dapat menjadi gejala dari tumor jinak atau bahkan ganas (kanker) di saluran hidung atau sinus. Banyak tumor termasuk papilloma inverted dapat mempunyai kemiripan dengan polip dan umumnya hanya berkembang di satu tempat. Maka dari itu, apabila polip hanya hadir di satu area, dokter umumnya bakal menganjurkan biopsi atau pencitraan (seperti CT scan) untuk memastikan diagnosis.
- Benda Asing
Bagi anak-anak, hal seperti ini bisa menjadi pemicu hidung tersumbat pada satu area. Hidung yang tersumbat disebabkan oleh benda asing itu dinamakan unilateral foreign body obstruction yang umumnya terjadi pada anak-anak.
Benda-benda asing yang sering ditelan atau dimasukkan oleh anak-anak dibagi ke dalam berbagai kategori yang berbeda. Makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan sisa permen adalah benda yang sering tertelan. Selain itu, mainan kecil seperti bagian dari mainan plastik, manik-manik, atau potongan lego juga umum ditemukan. Benda rumah tangga yang membahayakan dan juga sering ditemukan pada anak-anak yaitu potongan kapas dan penghapus. Terakhir, benda-benda alami seperti potongan daun, kerikil kecil, atau pasir juga bisa ditemukan di dalam tubuh anak-anak.
Walaupun hal tersebut sangat sepele, bahaya bisa terjadi apabila membiarkan benda asing masuk ke hidung tanpa pengawasan. Berikut adalah bahaya yang didapat yaitu infeksi dan asbes, kerusakan jaringan, serta bahaya baterai kancing.
Benda asing yang menjadi tempat tinggal bakteri yang memicu infeksi serius atau bahkan asbes (penumpukan nanah) di area hidung dan sinus.
Benda asing yang tajam atau keras dapat melukai mukosa hidung, memicu pendarahan, dan kerusakan jaringan permanen.
Apabila benda asing yang masuk yaitu baterai kancing, maka ini merupakan kondisi darurat medis. Baterai tersebut bisa mengeluarkan zat kimia yang bisa memicu luka bakar serius pada jaringan hidung dalam hitungan jam.
Hidung tersumbat semestinya jangan dibiarkan. Apabila situasi ini masih terus terjadi sampai 10 hari, maka segera konsultasilah dengan dokter. Apalagi keluhan yang diperburuk dengan sesak napas, demam tinggi, dan hidung yang terus mengeluarkan darah.