Beberapa Macam Katarak
4 July 2025 Kesehatan
Makna Katarak
Katarak merupakan situasi dimana lensa mata yang semestinya jernih malah menjadi keruh. Lensa mata yang berguna seperti lensa kamera memiliki tujuan untuk memfokuskan cahaya ke retina di area belakang mata yang lalu memberi sinyal ke otak untuk membuat sebuah gambar. Saat lensa tersebut menjadi keruh, maka yang didapat adalah cahaya tersebut menjadi tidak bisa fokus dengan baik sehingga pandangan menjadi kabur atau buram.
Seiring usia yang terus bertambah, katarak bakal terlihat sangat jelas. Situasi tersebut dapat dijumpai oleh orang-orang yang telah berumur atau lansia. Akan tetapi, katarak dapat diakibatkan oleh berbagai faktor seperti cedera mata, penyakit tertentu (contohnya diabetes), pemakaian obat-obatan steroid jangka panjang, serta situasi bawaan sejak lahir.
Sejarah Katarak
Sebelum ilmu kedokteran modern berkembang dengan pesat, jejak penemuan terhadap katarak sudah ditulis. Pada sekitar abad yang ke 5 SM, seorang ahli bedah yang berasal dari Yunani dan bernama Sushruta berhasil membuat sebuah teknik yang dapat berfungsi untuk mengatasi katarak. Teknik tersebut dinamakan “couching” dan mengikutsertakan jarum yang digunakan untuk menggeser lensa mata yang keruh. Walaupun teknik tersebut dapat sukses mengembalikan penglihatan, namun pasien masih merasakan adanya infeksi dan kerusakan permanen pada mata.
Pada abad ke 18, seorang dokter dari Inggris yang bernama James Pott berhasil memperkenalkan sebuah metode yang baru. Metode tersebut berguna dalam menghilangkan katarak yang menyertakan pembuatan sayatan kecil pada mata dan lalu mengambil lensa keruh. Pendekatan dari metode Pott tersebut terbukti cukup aman dengan berhasil menjadi standar perawatan untuk katarak selama berabad-abad.
Memasuki abad yang ke 20, muncul sebuah teknologi modern yang memudahkan para dokter untuk memakai metode bedah mikro. Metode tersebut memungkinkan sayatan yang sangat kecil pada mata. Dengan kehadiran metode itu, maka bisa mengganti lensa yang keruh dengan lensa intraokular (IOL) buatan, sebuah praktik yang terus ada sampai saat ini.
Jenis-Jenis Katarak
Katarak mempunyai beberapa jenis baik itu secara penyebab maupun karakteristik yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis katarak yang harus Anda kenali antara lain:
- Katarak Nuklear (Nuclear Cataract)
Katarak ini berkembang di area inti lensa mata. Umumnya berhubungan dengan proses penuaan dan merupakan jenis yang sering dijumpai oleh banyak orang. Pada awalnya, penderita yang memiliki hal tersebut bisa melihat dengan jarak yang dekat tetapi seiring usia yang semakin terus bertambah, lensa tersebut biasanya bakal menguning atau bahkan kecoklatan dan mengakibatkan hambatan penglihatan secara keseluruhan. Jenis ini juga harus diawasi supaya tidak menghambat kegiatan harian secara signifikan. Berbagai gejala-gejala yang didapat oleh penderita katarak nuklear yaitu penglihatan menjadi buram atau kabur. Ketika melihat dalam kondisi yang terang, objek menjadi terlihat tidak jelas atau tertutup seperti kabut. Tidak hanya itu, warna dari penderita juga terlihat memudar atau berubah.
- Katarak Kortikal (Cortical Cataract)
Jenis katarak ini memberi efek ke bagian luar lensa (korteks) dan menyebar ke area tengah. Katarak kortikal ini bisa ada akibat hadirnya guratan putih yaitu jari-jari roda yang pergi ke pusat lensa. Ketika malam hari, penderita ini sering mengalami silau. Walau gejalanya terlihat cukup ringan, namun hal tersebut bisa menghambat penglihatan seiring waktu yang terus berjalan. Pemakaian kacamata hitam dengan perlindungan UV maupun menjaga pola makan yang baik menjadi kunci utama dalam memperlambat perkembangan katarak kortikal. Selain itu, Anda bisa pergi ke dokter untuk memperoleh penanganan melalui operasi penggantian lensa, tergantung seberapa parah tingkatnya. Berbagai gejala yang diperoleh oleh penderita ini yaitu penglihatan menjadi kabur atau tidak jelas. Ini bisa terjadi ketika melihat sebuah objek dari jarak yang cukup jauh. Selain hal itu, Penderita katarak kortikal memiliki gejala yaitu kesulitan yang signifikan dalam membedakan kontras warna. Situasi ini diakibatkan oleh area korteks lensa mata yang keruh yaitu lapisan luar lensa yang berefek yang cukup besar bagi penglihatan warna serta ketajaman kontras. Terakhir, gejala yang bisa membuat penderita mengalami katarak kortikal adalah silau yang berlebihan ketika pada malam hari. Silau tersebut dapat berkembang karena disebabkan oleh kekeruhan yang terjadi di korteks lensa sering kali dimulai di area tepi lensa. Kemudian, bergerak ke area tengah. Kekeruhan yang meningkat bisa menyebabkan difraksi cahaya yang mencolok sehingga menghambat fokus visual dan membuat suatu objek terlihat menjadi kurang jelas. Di malam hari, pupil mulai membesar yang mempermudah banyak cahaya untuk masuk dalam situasi yang tidak terlalu banyak cahaya. Pembesaran yang terjadi pada pupil memberikan peluang bagi banyak cahaya untuk melewati ke bagian lensa yang keruh di area tepi.
- Katarak Subkapsular Posterior (Posterior Subcapsular Cataract)
Jenis katarak ini sangat berdampak pada bagian belakang lensa mata. Penderita diabetes sering mengalami jenis ini karena bisa berkembang dengan cepat dibanding katarak yang lain. Situasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh penderita diabetes saja, tetapi pengguna steroid jangka panjang dan mereka yang pernah melakukan terapi radiasi juga mudah terkena hal tersebut. Berbagai efek yang didapat apabila mengalami katarak ini yaitu sulit membaca, melihat dalam kondisi cahaya yang terang, serta silau berlebihan. Salah satu gejala dari katarak subkapsular posterior yaitu kesulitan dalam membaca. Ketika membaca, tulisan malah menjadi kabur dan berbayang. Hal ini bisa terjadi karena adanya kekeruhan yang berkembang di jalur optik utama. Selain kesulitan membaca, gejala yang bisa diperoleh apabila terkena katarak Subkapsular Posterior adalah penglihatan menjadi silau saat berada di situasi yang terang maupun melihat sumber cahaya secara langsung. Kejadian tersebut diakibatkan oleh katarak yang menghambat jalur cahaya untuk mencapai retina sehingga cahaya yang masuk menjadi tersebar secara berantakan. Pandangan kabur menjadi gejala yang juga diderita oleh pasien dari katarak jenis ini baik itu pada malam hari maupun ketika ada cahaya yang terang. Ketika malam hari, kejadian itu bisa terjadi akibat pupil mata yang melebar di kondisi yang gelap dan memungkinkan lebih banyak cahaya yang melewati bagian tengah lensa yang keruh sehingga pandangan menjadi semakin kurang fokus. Sementara ketika ada cahaya yang terang, itu bisa terjadi disebabkan oleh cahaya dari lampu mobil, matahari, maupun lampu jalan sehingga membuat pandangan menjadi kabur atau bahkan menjadi putih. Maka dari itu, sebaiknya awasi kondisi mata secara rutin apabila sudah semakin parah.
- Katarak Kongenital (Congenital Cataract)
Katarak ini telah muncul dan berkembang sejak masih menjadi anak-anak. Faktor yang dapat menyebabkan munculnya jenis katarak ini yaitu faktor genetik, infeksi ketika kehamilan (contohnya rubella), dan hambatan metabolisme. Katarak kongenital harus mendapat penanganan yang cukup cepat supaya tidak menghambat perkembangan dari penglihatan anak. Apabila tidak ditangani dengan cepat, maka anak tersebut bisa terhambat penglihatannya secara permanen. Operasi merupakan solusi yang tepat apabila sudah menghambat penglihatan pada anak secara mencolok. Berbagai gejala diperoleh jika terkena katarak kongenital yaitu pupil menjadi terlihat putih. Itu bisa muncul ketika ada cahaya yang mengenai mata atau ketika lagi difoto dengan lampu kilat. Selain hal tersebut, gejala yang bisa didapat yaitu mata menjadi kurang normal saat melihat objek atau tidak memperlihatkan minat terhadap mainan atau wajah yang umumnya menarik perhatian anak. Gerakan mata yang kurang stabil (nistagmus) juga merupakan gejala yang didapat oleh penderita katarak jenis ini. Hal tersebut sering terjadi apabila katarak cukup padat dan bisa menghambat penglihatan yang mencolok sejak lahir.
- Katarak Traumatik
Katarak jenis ini dapat berkembang dikarenakan cedera secara langsung pada mata baik itu benturan keras, luka tusuk maupun paparan bahan kimia. Katarak traumatik dapat terjadi usai terjadi cedera atau berkembang dalam beberapa bulan hingga bertahun-tahun kemudian. Ciri-ciri yang didapat oleh penderita jenis katarak ini adalah penglihatan menjadi buram secara mendadak usai mengalami cedera, warnanya bisa berganti menjadi keruh, dan mata menjadi kurang nyaman atau nyeri.
- Katarak Sekunder
Jenis katarak ini dapat terjadi akibat adanya penyakit maupun pengobatan tertentu seperti diabetes atau pemakaian obat kortikosteroid. Katarak ini juga bisa berkembang usai operasi mata yang lain yaitu pasca operasi glaukoma. Gejala-gejala yang diperoleh apabila mengalami katarak sekunder adalah sulit membaca dalam cahaya yang lagi redup maupun ketika melihat barang dari posisi yang dekat. Selain itu, warna menjadi lebih kusam atau tidak sejelas sebelum mengalami katarak ini. Penglihatan juga terlihat lebih kabur juga menjadi bukti seseorang yang mengalami katarak ini. Tanda jika orang tersebut mengalami ini adalah lebih sensitif terhadap cahaya yang terang, lampu mobil pada malam hari karena hal tersebut cukup mengganggu
- Katarak Senilis
Mayoritas jenis katarak ini dirasakan oleh orang-orang yang sudah lanjut usia, khususnya yang telah berumur di atas 60 tahun. Jenis Katarak ini terus berkembang seiring bertambahnya usia ketika protein pada lensa mata secara alami telah menggumpal dan menyebabkan lensa menjadi keruh. Gejala-gejala yang dialami oleh penderita dari katarak senilis ini berkembang secara bertahap dan bisa beragam pada setiap orang. Biasanya orang yang memiliki jenis katarak ini cenderung penglihatannya kabur atau buram seperti melihat jendela yang berkabut atau kotor. Penderita yang mengalami jenis katarak ini juga kesulitan melihat kondisi di malam hari dengan jelas. Ini bisa saja mengganggu bagi pengemudi yang mengalami ini jika mengendarai di malam hari. Selain itu, warna dari penderita katarak senilis berubah menjadi memudah atau kekuningan. Penyebab dari hal tersebut adalah lensa mata yang menguning akibat katarak. Silau ketika melihat cahaya yang terang maupun lampu mobil juga merupakan gejala yang diderita oleh orang yang mengalami katarak senilis.
- Katarak Radiasi
Katarak jenis ini timbul akibat adanya paparan radiasi baik melalui terapi radiasi yang diperlukan untuk pengobatan kanker maupun paparan radiasi yang tidak sengaja.
- Katarak Toksik
Katarak ini dapat terjadi dikarenakan adanya paparan obat-obatan tertentu atau bahan kimia yang merusak lensa. Hal itu sangat berbeda dengan katarak pada umumnya karena katarak toksik tidak berhubungan mengenai penuaan dan bisa menyerang orang dengan usia berapa pun.
Harus diingat bahwa jenis katarak yang sudah disebutkan di atas itu tergantung penyebabnya seperti apa. Apabila Anda merasa mengalami gejala yang ada hubungannya dengan katarak atau mempunyai penyakit tertentu yang dapat mengakibatkan kanker, maka sebaiknya pergilah ke dokter untuk memperoleh penanganan yang cepat.