Efek yang Buruk Apabila Terlalu Memakai Kosmetik Secara Berlebihan

10 July 2025 Kesehatan

Efek yang Buruk Apabila Terlalu Memakai Kosmetik Secara Berlebihan

Penggunaan Kosmetik yang Berlebihan Bisa Merusak Penampilan

Make up merupakan kegiatan yang bakal sulit dipisahkan oleh seluruh wanita di dunia. Memakai kosmetik bisa membuat penampilan seseorang menjadi lebih menarik. Akan tetapi, di balik tampilan yang sangat percaya diri dan indah, penggunaan kosmetik secara terus-menerus setiap hari malah bisa membuat penampilan Anda menjadi rusak. 

Tidak hanya berguna untuk menutupi noda suatu wajah, penggunaan kosmetik bisa membuat seorang wanita menjadi lebih percaya diri di depan banyak orang.

Tak mengherankan apabila para wanita selalu menggunakan kosmetik atau make up setiap hari. 

Padahal, berbagai kosmetik yang dipakai seperti eyeshadow, maskara, lipstik, bedak, serta make up lainnya mengandung berbagai senyawa kimia. Jika dipakai secara tidak tepat atau terus-menerus, maka kandungan yang ada di dalam suatu benda-benda bisa saja membuat penampilan Anda menjadi rusak.

Bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan sama sekali kosmetiknya, tetapi alangkah baiknya untuk lebih mengenali risiko serta mengetahui cara mencegahnya merupakan hal yang sangat penting agar tidak merusak penampilan. 

Pemicu Pemakaian Kosmetik Secara Berlebihan

Berikut adalah berbagai pemicu yang bisa terjadi apabila Anda menggunakan kosmetik secara berlebihan antara lain:

  • Menyumbat Pori-Pori

Pori-pori merupakan lubang kecil yang terdapat pada permukaan kulit dan berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan keringat, minyak alami, serta lokasi berkembangnya rambut halus. Pori-pori ada dimana-mana di kulit kita walaupun ukurannya tidak seragam di setiap bagian.  

Kulit yang terdapat munculnya jerawat, komedo putih, komedo hitam, serta benjolan kecil dapat diakibatkan oleh penggunaan makeup yang dibiarkan menempel dengan sangat lama.

Apakah Anda rutin menggunakan bedak setiap hari? Apabila benar, maka pastikan terlebih dahulu untuk membersihkan dengan hati-hati sesudah melakukan kegiatan.

Apabila tidak dibersihkan dengan baik, maka bedak dapat menyumbat pori serta membuat kulit menjadi sulit dalam bernapas. Situasi tersebut dapat memperkuat risiko jerawat, benjolan, dan hambatan kulit wajah lainnya.

  • Penuaan Dini 

Pemakaian kosmetik yang dilakukan secara berlebihan bisa menghalangi kolagen dan elastin yang mempunyai tugas yaitu melindungi kekenyalan kulit serta menyumbat pori-pori sehingga Anda bakal risiko mengalami yang namanya penuaan seperti munculnya kerutan. Tidak hanya itu, paparan sinar matahari juga merupakan faktor terbesar yang membuat kulit menjadi lebih tua seperti adanya garis halus, tekstur kulit menjadi terlihat lebih kasar, serta terjadinya perubahan pada warna kulit.

Risiko penuaan bakal bisa sangat tinggi jika Anda juga lupa memberi olesan tabir surya sebelum merias wajah. Maka dari itu, tidak hanya membersihkan makeup sebelum tidur secara rutin, tetapi juga harus selalu ingat untuk memakai tabir surya. Hal itu dikarenakan makeup tidak dapat menggantikan fungsi dari perlindungan sinar matahari. 

  • Jerawat

Penyebab dari munculnya jerawat adalah hormonal, diet yang salah, serta obat-obatan. Tidak hanya itu, pemakaian kosmetik yang berlebihan bisa menyebabkan jerawat bisa berkembang dengan sangat cepat.

Pemakaian kosmetik setiap hari juga dapat membuat bakteri menjadi sangat mudah dalam berkembang sehingga menyebabkan jerawat muncul di bagian wajah. Risiko tersebut itu sangat tinggi sekali bagi orang yang wajahnya sangat sensitif. Apabila wajah Anda mudah berjerawat, maka sebaiknya batasi pemakaian makeup dan gunakan produk tanpa minyak yang mempunyai sifat non-komedogenik (tidak menghalangi pori-pori). 

Non komedogenik merupakan istilah umum yang digunakan dalam berbagai produk kosmetik dan perawatan kulit. Istilah tersebut merujuk pada produk yang dirancang secara khusus supaya tidak menghambat pori-pori kulit. Jerawat dan komedo tidak bisa muncul apabila memakai produk yang memiliki sifat non-komedogenik. 

Non-komedogenik memang bukan untuk menghilangkan jerawat dan komedo, tetapi bertujuan untuk mencegah hal tersebut terjadi. Sebab, produk ini tidak menyimpan minyak yang menjadi penyebab masalah kulit. 

Beberapa contoh bahan non-komedogenik yang terdapat dalam produk skincare antara lain Vitamin C, gliserin, dan lidah buaya. Di sisi yang lain, kosmetik mengandung berbagai bahan yaitu minyak gandum, minyak kelapa, dan cocoa butter.

Komedo bisa terlihat ketika pori-pori kulit tersumbat oleh kombinasi sebum (minyak alami kulit), sel kulit mati, dan bakteri yang membuatnya sebagai jerawat ringan. Inilah macam-macam varian komedo dan harus Anda ketahui yaitu komedo terbuka (blackhead) dan komedo tertutup (whitehead).

Komedo terbuka (blackhead) merupakan jenis komedo yang permukaannya terbuka pada udara. Ketika sumbatan pada pori-pori terpapar udara bebas, oksidasi bakal dialami oleh sel kulit mati dan minyak. Oksidasi inilah yang dapat memicu sebuah perubahan warna menjadi gelap sehingga terlihat seperti titik hitam kecil. Hal itu bukan disebabkan oleh kotoran, melainkan adanya reaksi kimia.

Komedo tertutup (whitehead) adalah komedo varian ini terbentuk ketika pori-pori terhalangi sepenuhnya di bawah permukaan kulit. Sumbatan tidak terpapar udara sehingga warna menjadi tetap putih atau tetap sewarna serta tidak mengalami oksidasi. Umumnya, komedo tertutup bisa dialami oleh seseorang jika pada wajahnya terdapat adanya benjolan kecil yang berwarna putih atau bening.

  • Mengganti Warna Kulit

Pergantian warna kulit juga dapat terjadi akibat pemakaian kosmetik yang dilakukan secara berlebihan. Mengingat berbagai produk kosmetik bisa memberikan pengaruh baik itu kolagen maupun pigmen terhadap kulit Anda. 

Contohnya yaitu Lipstik yang digunakan selama lebih dari 10 jam bisa membuat zat yang terkandung di dalamnya menghalangi ketersediaan oksigen pada bibir. Hal tersebut dapat membuat warna pada bibir Anda menjadi terlihat sangat gelap. 

  • Kanker

Sebuah riset dari American Cancer Society menunjukkan bahwa terjadi sebuah kaitan antara penggunaan produk kosmetik dengan risiko kanker kulit.

Temuan itu memang belum memiliki bukti yang sepenuhnya akurat. Akan tetapi, berbagai bahan seperti batu bara, silika, arsen, kromium, serta formaldehid dikenal mempunyai potensi karsinogenik. 

Zat karsinogenik adalah senyawa yang bisa memicu adanya suatu kanker. Zat tersebut tidak hanya didapat pada makanan yang menyebabkan kanker, namun juga tersimpan dalam bahan kimia, virus, obat-obatan sampai sinar matahari. Perlu diketahui bahwa paparan kimia mempunyai risiko yang sangat tinggi karena bisa menyebabkan kanker.

Proses kerja dari zat karsinogenik yaitu menghancurkan sel pada tubuh serta memicu mutasi genetik pada sel sehingga sel-sel mampu memisahkan dengan sangat cepat. Situasi tersebut bisa membuat proses pembentukan sel menjadi berjalan tidak baik sampai kemungkinan besar bisa terjadi adanya kanker. 

Walaupun begitu, karsinogenik bukan pemicu utama dari penyakit kanker. Seseorang bisa mengalami kanker karena tergantung pada berbagai faktor seperti seberapa besar paparan karsinogenik, faktor genetik, sampai gaya hidup.

  • Kulit Kering

Pemakaian kosmetik yang tidak cocok dengan jenis kulit bisa menyebabkan kulit Anda menjadi sangat kering dan berminyak. Penggunaan minyak yang berlebih bisa memberikan efek yang negatif bagi kulit seperti pori-pori tersumbat dan munculnya jerawat. Di sisi yang lain, kulit yang sangat kering (xerosis) dapat memberikan dampak yang buruk yaitu kasar, terasa gatal, bersisik, bahkan bisa berdarah dan pecah. Risiko tersebut bisa sangat tinggi jika kosmetik dipakai secara berlebihan atau terus-menerus.

  • Reaksi Alergi

Berbagai macam kosmetik seperti sodium laureth sulfate (SLES) dan paraben mungkin menyimpan senyawa yang bisa menyebabkan reaksi alergi terhadap kulit. 

Efek negatif yang didapat jika menggunakan produk-produk yang menyimpan senyawa itu adalah wajah menjadi terasa gatal dan tidak nyaman, khususnya jika dipakai secara terus-menerus. 

  • Lingkaran Hitam di Sekitar Mata

Beberapa riasan ini seperti eyeshadow, eyeliner, concealer, dan juga maskara sering Anda gunakan pada area sekitar mata. Pemakaian yang kurang tepat dapat mengakibatkan kehadiran sebuah lingkaran hitam yang terdapat pada area sekitar mata Anda.

Ini bisa terjadi dikarenakan area sekitar mata mempunyai kulit yang sangat tipis dan halus.  

  • Kerusakan Rambut

Pemakaian produk rambut yang berbasis kimia secara terus-menerus seperti cat rambut dan perawatan panas bisa mempunyai efek buruk buat rambut Anda. Efek buruk yang didapat antara lain rambut menjadi terlihat rusak sehingga menjadi kering dan rapuh. 

  • Kandungan yang Berbahaya pada Makeup

Berbagai makeup yang sering dipakai oleh beberapa wanita ternyata menyimpan kandungan yang cukup berbahaya seperti paraben, phthalate, dan pewarna sintetis. Efek jangka panjangnya jika memakai ini secara berlebihan adalah kesehatan menjadi sangat terganggu. 

  • Iritasi Kulit

Apabila bahan kimia dalam kosmetik sering Anda gunakan atau tidak cocok dengan kulit, maka bisa membuat kulit menjadi perih, gatal, kemerahan, bahkan luka. Ini dapat berupa dermatitis kontak alergi (reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bahan tertentu) dan dermatitis kontak iritan (akibat iritasi secara langsung). 

  • Perubahan pH Kulit

Kulit ini terdapat adanya lapisan pelindung alami (skin barrier) yang bertujuan untuk mempertahankan tingkat pH yang sudah seimbang. Seluruh produk-produk kosmetik menyimpan bahan aktif seperti asam atau basa yang bisa mengacaukan pH alami ini, membuat kulit mudah terkena infeksi, peradangan, dan kendala kulit lainnya. 

  • Over-exfoliation

Berbagai produk eksfoliasi seperti scrub, AHA, atau BHA yang digunakan secara berlebihan maupun terus-menerus atau dengan konsentrasi tinggi bisa membuat lapisan pelindung kulit bisa menjadi rusak, kulit menjadi lebih sensitif, gampang mengelupas, rawan terhadap infeksi. 

  • Warna Kulit menjadi Kurang Sehat

Proses pembaruan sel kulit bisa sangat terganggu apabila memakai bahan-bahan dalam kosmetik tertentu sehingga warna kulit terlihat menjadi kurang sehat.

  • Ochronosis

Ini merupakan sebuah gangguan pigmentasi langka yang dapat bisa mengakibatkan kulit tersebut memunculkan adanya bercak hitam kebiruan atau keabu-abuan terutama pemakaian produk kosmetik yang mengandung hidrokuinon secara berlebihan dan dengan jangka yang panjang. Hidrokuinon merupakan agen pemutih kulit atau depigmentasi. Tujuan utama adalah mengatasi hiperpigmentasi yaitu situasi kulit yang ditandai dengan adanya perubahan warna serta munculnya bercak-bercak gelap pada kulit. 

  • Iritasi Mata

Pada area sekitar mata, kulit terlihat lebih tipis dan sensitif sehingga harus mendapat perhatian yang sangat khusus dalam memilih produk kosmetik yang tepat. Setiap tiga bulan sekali, pemakaian maskara maupun eyeliner harus diganti agar menghalangi kontaminasi pada jamur dan bakteri.

Jauhi pemakaian eyeliner atau highlighter di garis yang terdapat dalam kelopak mata (waterline). Hal ini dikarenakan menghalangi kelenjar minyak yang berguna dalam menjaga kornea serta memperkuat risiko hadirnya bakteri ke dalam mata. Bagi yang mempunyai mata yang kering dan sensitif, metode ini sebaiknya jangan digunakan karena dapat memperburuk masalah bagi pemakai lensa kontak.

Walaupun penggunaan kosmetik sendiri sangat bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang, namun hal tersebut bisa berpotensi memicu beberapa dampak yang negatif bagi kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Editor Picks

Popular Hashtag