Kiat dalam Mencegah Amnesia

31 July 2025 Kesehatan

Kiat dalam Mencegah Amnesia

Pengertian dari Amnesia

Amnesia merupakan kondisi dimana orang kehilangan kemampuan dalam mengingat informasi, fakta, maupun peristiwa yang pernah dialaminya. Situasi tersebut dapat terjadi jika adanya kerusakan atau cedera pada otak. 

Amnesia biasanya tidak berlangsung secara lama dan bisa hilang saat penderita benar-benar sembuh dari trauma atau cedera otak yang menyebabkan situasi tersebut. Akan tetapi, pada sebagian kasus, amnesia juga bisa membuat ingatan dari seseorang bisa hilang secara permanen. Oleh karena itu, maka hal yang harus dilakukan adalah memberikan penanganan medis yang tepat supaya amnesia bisa diatasi.

Pemicu Amnesia

Amnesia dipicu oleh cedera atau kerusakan pada sistem limbik di dalam otak yaitu sistem yang bertujuan untuk mengelola emosi dan ingatan dari seseorang. Berbagai penyebab amnesia dan gangguan fungsi sistem limbik yaitu tumor otak, alzheimer atau dementia, ensefalitis (radang otak), serta trauma psikologis seperti kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual. 

Strategi Mencegah Amnesia

Untuk mencegah terjadinya amnesia, berikut adalah strategi yang harus Anda lakukan antara lain:

  • Mengurangi Penggunaan Minuman yang Mengandung Alkohol

Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol adalah langkah yang sangat penting dalam mencegah terjadinya amnesia terutama jenis amnesia yang berhubungan dengan kerusakan otak. Alkohol dapat berdampak buruk buat memori Anda seperti blackout sementara sampai kerusakan otak jangka panjang yang menyebabkan Sindrom Korsakoff.

Sindrom Korsakoff merupakan situasi neuropsikiatri kronis yang serius terutama diawali dengan hadirnya hambatan memori yang parah. Situasi tersebut sering disebabkan oleh defisiensi tiamin (Vitamin B1) yang berkelanjutan, yang membuat beberapa bagian otak mengalami kerusakan. 

Sindrom Korsakoff acap kali adalah tahap kronis atau lanjutan dari Ensefalopati Wernicke. Ensefalopati Wernicke adalah situasi akut yang terjadi dikarenakan defisiensi tiamin dengan gejala seperti hambatan gerakan mata, hambatan koordinasi, dan kebingungan. Apabila Ensefalopati Wernicke tidak bisa diatasi dengan baik, maka yang terjadi adalah kerusakan otak bisa terus berkembang menjadi Sindrom Korsakoff yang sangat kronis serta acap kali irreversibel. 

  • Memakai Alat Pelindung Seperti Helm Ketika Mengendarai Sepeda Motor

Mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm sangat berisiko tinggi terutama berkaitan dengan cedera kepala. Salah satu efek buruknya adalah amnesia yaitu hilangnya ingatan. Pemakaian helm yang benar merupakan hal yang sangat penting supaya risiko amnesia bisa dicegah dengan sebaik mungkin. 

Helm dipakai khusus untuk menyerap dan menyebarkan energi benturan sehingga otak terlindungi dari kerusakan. Cara utama helm bekerja yaitu dengan penyebaran energi, penyerapan energi, perlindungan terhadap penetrasi, dan menstabilkan kepala.

Penyebaran energi merupakan cara pertama dalam helm bekerja. Cangkang keras helm atau lapisan luar pelindung terbuat dari material yang kuat seperti komposit serat dan polikarbonat. Saat terjadi benturan, cangkang ini mengakibatkan energi tumbukan ke area yang sangat luas, mencegah terjadinya konsentrasi pada titik di kepala.

Cara kedua yaitu penyerapan energi. Lapisan busa tebal (EPS – Expanded Polystyrene) yang biasanya terdapat dalam helm dirancang untuk pecah ketika terjadi benturan. Penyerapan energi kinetik yang signifikan selama tahap penghancuran secara drastis meminimalkan gaya yang disalurkan ke kepala dan otak. 

Berikutnya adalah melakukan perlindungan pada penetrasi. Helm yang Anda miliki ternyata banyak mempunyai manfaat. Manfaat tersebut antara lain melindungi kepala dari benda tajam atau pecahan yang bisa menembus tengkorak.

Dalam berbagai skenario benturan terutama pada kecepatan tinggi atau ketika terjadi gerakan rotasi, helm juga berfungsi menstabilkan kepala. Meski fungsinya menyerap benturan langsung, desain helm tertentu bisa menurunkan gerakan rotasi yang bisa menyebabkan jenis cedera otak difus (DAI).

Supaya tidak terhindar dari suatu bahaya, maka gunakanlah helm saat lagi berkendara. Tapi perlu diingat, helm yang Anda pakai harus aman dan tidak rusak. Cara memilih dan memakai helm yang aman dan tepat adalah pilih helm bersertifikat, ukuran harus sesuai, tali pengikat dari helm harus terkunci, ganti helm sesudah kecelakaan, serta harus merawat helm.

Pertama yang harus dilakukan adalah memilih helm bersertifikat. Pastikan helm yang Anda pakai sudah memenuhi standar keamanan internasional seperti SNI, DOT, ECE, atau Snell. Dengan adanya sertifikasi, maka helm tersebut sudah dinyatakan lolos uji coba ketat.

Berikutnya, ukuran yang sesuai adalah hal penting dalam menggunakan helm yang aman dan tepat. Helm yang dibeli harus sesuai di kepala, tidak terlalu longgar atau tidak ketat. Jika helm tersebut ternyata terlalu longgar, maka bakal menurunkan perlindungan. 

Untuk membuat helm ini aman, maka tali pengikatnya harus benar-benar terkunci. Pastikan tali pengikat tersebut dikunci dengan tepat di bawah dagu. Helm tidak bakal efektif apabila lepas ketika terjadi kecelakaan.

Sesudah mengalami kecelakaan, sebaiknya gantilah dengan helm yang lain. Walaupun helm yang dipakai tampak utuh dari luah, namun benturan yang keras bisa melemahkan struktur di dalamnya. Tidak hanya itu, helm yang dipakai usai mengalami kecelakaan ternyata tidak dapat memberi perlindungan secara optimal. 

Terakhir, rawatlah helm sebaik mungkin. Jaga kebersihan helm dan hindarilah dari paparan kimia yang bisa merusak material helm. 

  • Minumlah Obat-obatan Sesuai Saran dari Dokter

Walaupun berbagai pemicu amnesia seperti cedera otak traumatis, dementia, stroke, serta stres psikologis ada, pencegahan dini merupakan hal yang sangat penting. Salah satu aspek terpenting dalam mencegah amnesia adalah harus patuh dalam mengkonsumsi obat-obatan sesuai saran dokter. 

Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat-obatan tersebut ada aspek kuncinya. Pertama adalah minum obat tepat waktu dan dengan dosis yang sesuai. Melewatkan dosis bisa memicu kadar obat pada tubuh menurun di bawah ambang terapeutik sehingga obat kurang bekerja dengan maksimal. Sebaliknya, mengambil dosis yang salah baik itu sangat banyak maupun sangat sedikit juga bisa berbahaya. Terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi obat-obatan bisa menimbulkan efek samping berbahaya, sementara kurangnya penggunaan obat-obatan tidak akan memberi manfaat yang diinginkan. Keduanya bisa memunculkan efek yang negatif pada kesehatan otak dan fungsi kognitif serta membuat suatu memori bisa terganggu. 

Kedua adalah tidak menghentikan pemakaian obat secara tiba-tiba tanpa konsultasi. Beberapa obat khususnya untuk kondisi kronis seperti hipertensi, diabetes, hambatan neurologis perlu dosisnya dikurangi secara bertahap atau tidak boleh dihentikan mendadak. Penghentian yang terjadi secara tiba-tiba bisa membuat penyakit yang diderita bisa semakin parah. Hal tersebut bisa mempengaruhi fungsi kognitif dan memori, serta menyebabkan amnesia atau hambatan memori yang signifikan.

Ketiga adalah melaporkan efek samping apa pun yang Anda rasakan kepada dokter. Berbagai obat mempunyai efek samping yang berpengaruh pada memori atau fungsi kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi dan kebingungan. Apabila segera melaporkan efek samping, maka dokter bisa mengetahui apakah perlu ada penyesuaian dosis, penggantian obat, atau cara lain untuk menurunkan efeknya tanpa mengorbankan pengobatan situasi utama. 

Keempat adalah rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan ke dokter secara rutin merupakan hal yang sangat penting. Lewat hal ini, maka dokter bisa mengevaluasi reaksi dari tubuh Anda terhadap obat, mengawasi situasi yang mendasari, dan mendeteksi potensi gangguan atau perubahan yang mungkin berdampak ke memori Anda. Ini adalah kesempatan bagi dokter untuk mencocokkan dosis obat apabila dibutuhkan, memastikan bahwa Anda memperoleh terapi yang paling aman dan efektif. 

  • Menjaga Kesehatan Mental yaitu Dengan Mengelola Stres dan Relaksasi

Menjaga kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam mencegah terjadinya amnesia. Walaupun berbagai bentuk amnesia disebabkan oleh cedera fisik maupun kondisi medis tertentu, penelitian memperlihatkan bahwa adanya keterkaitan erat antara kesehatan mental, khususnya pengelolaan stres dan relaksasi, dengan fungsi memori. 

Stres baik akut maupun kronis mempunyai efek negatif terhadap otak terutama pada bagian yang bertanggung jawab untuk pembentukan dan penyimpanan ingatan. Hormon stres seperti kortisol diambil dalam jumlah yang besar ketika merasakan yang namanya stres. Paparan kortisol yang berkelanjutan bisa menghancurkan neuron di hippocampus yaitu area otak yang sangat penting untuk memori jangka pendek serta konsolidasi memori. 

Saat seseorang berada di bawah tekanan stres yang tinggi, fungsi kognitifnya sering terhambat. Hal ini dapat dibuktikan dari ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, sulit dalam belajar hal baru, serta kemampuan ingatan yang terganggu. Stres kronis bisa mengakibatkan penyusutan volume hippocampus yang secara langsung berhubungan dengan hambatan pada ingatan. Hippocampus adalah suatu area otak yang krusial dalam pembentukan dan pemulihan ingatan. Tidak hanya itu, stres juga bisa menghambat pola tidur yang adalah aspek penting dalam proses konsolidasi memori. Kurang tidur yang berkelanjutan bisa merusak kemampuan daya memori Anda.

Mengelola stres merupakan salah satu tahap proaktif yang bisa membantu melindungi fungsi ingatan. Stres bisa dikelola dengan berbagai strategi seperti berlatih teknik relaksasi, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta pola makan sehat. Berlatih teknik relaksasi adalah aktivitas yang bisa mengelola stres. Hal itu dikarenakan aktivitas ini berfungsi untuk menurunkan kadar hormon stres serta menenangkan sistem saraf. 

Selain itu, Stres bisa dilawan dengan melakukan kegiatan atau olahraga secara teratur. Ini adalah cara yang efektif dalam mengelola stres. Olahraga mampu melepaskan endorfin, zat kimia alami di otak yang mempunyai efek meningkatkan suasana hati. Lebih dari itu, aktivitas fisik ini meningkatkan aliran darah ke otak, yang penting untuk kesehatan neuron serta fungsi kognitif. 

Berikutnya, stres bisa dijaga dengan baik melalui tidur yang cukup. Pastikan Anda memperoleh tidur 7-9 jam setiap malam. Tidur yang cukup sangat penting untuk membersihkan otak dari produk limbah metabolik serta memperkuat memori yang terbentuk sepanjang hari. 

Pola makan sehat merupakan strategi yang tepat dalam mengelola stres. Pilihlah makanan yang kaya antioksidan, asam lemak omega-3, dan vitamin B. Sebaliknya, hindarilah makanan olahan, asupan gula, dan kafein berlebih karena  bisa memperparah stres dan menghambat kualitas tidur Anda. 

Relaksasi tidak hanya menurunkan stres tetapi juga meningkatkan kapasitas otak untuk memproses dan menyimpan informasi. Saat tubuh dalam kondisi yang tenang, otak berada pada kondisi yang bagus untuk belajar dan mengingat. Gelombang otak yang terhubung dengan relaksasi seperti gelombang alfa dihubungkan dengan peningkatan kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan belajar. 

Amnesia itu tidak permanen dan pasti pada waktunya akan hilang. Tapi, jika sudah mengalami gejala yang parah, maka hidup Anda menjadi lebih sulit mandiri serta bergantung pada orang lain.

Editor Picks

Popular Hashtag