Sajian Legendaris dari Jakarta yang Bisa Menggugah Selera

23 July 2025 Makanan dan Minuman

Sajian Legendaris dari Jakarta yang Bisa Menggugah Selera

Jakarta tidak hanya merupakan kota metropolitan yang banyak dengan gedung tinggi serta aktivitas bisnis yang ramai saja. Namun di balik ibu kota yang sangat sibuk, tersimpan surga kuliner yang nikmat.

Mulai pagi sampai tengah malam, berbagai makanan khas siap memanjakan siapa saja yang mau mencoba kenikmatan asli Jakarta. Apabila lagi pergi atau berada di Jakarta, sayang banget kalau tidak mencoba beraneka hidangan yang erat dengan sejarah dan cita rasa istimewa. 

Lalu, apa yang membuat sajian dari Jakarta bisa sangat melegenda? Hal tersebut bisa dijawab pada sejarah panjangnya itu sendiri. Kuliner di kota Jakarta merupakan hasil percampuran budaya dari beberapa etnis yang sudah tinggal seperti Belanda, Arab, Cina, dan Betawi.

Pengaruh dari berbagai budaya itu bisa menyatu menjadi satu dalam setiap sajian sehingga bisa membuat rasa yang khas serta autentik. Semua makanan yang berasal dari Jakarta tetap menjaga resep tradisional dengan bumbu-bumbu pilihan yang kaya akan rempah.

Tak heran, setiap makanan yang digigit pasti menghadirkan sebuah sensasi yang membuat Anda terus menginginkannya. 

Beberapa Sajian Legendaris khas Jakarta 

Terkait sajian khas Jakarta ini, ada berbagai makanan yang harus Anda coba. Mulai dari yang manis, gurih, sampai pedas, semuanya bisa membuat lidah menjadi bergoyang. Berikut adalah beberapa sajian legendaris dari Jakarta antara lain:

  • Kerak Telor

Dari rentetan sajian yang khas dari Jakarta, kerak telor merupakan makanan yang sangat ikonik serta pasti mendapat perhatian dari banyak orang. Makanan tersebut tak hanya menggugah selera tetapi juga menyajikan kisah dan tradisi budaya yang mendalam.

Bahan utamanya dari kerak telor yaitu beras ketan yang terlebih dahulu direndam sampai matang sebagian. Lalu, kerak telor dimasak dengan menambahkan telur ayam atau bebek. Supaya cita rasa dari makanan ini semakin nikmat, tambahkan serundeng kelapa sangrai.  

Cara memasak makanan ini sangat unik, memakai wajan kecil tanpa gagang yang dipanaskan di atas bara api. Sesudah setengah matang, maka langsung membalikkan wajan di atas bara api. Hal itu memungkinkan area bawahnya bisa menciptakan tekstur yang renyah.

Aroma yang wangi dari telur dan kelapa bergabung dengan rempah-rempah membuat orang semakin tertarik dengan makanan ini. Tidak mengejutkan apabila kerak telor kerap menjadi unggulan ketika ada sebuah acara festival kuliner.

  • Soto Betawi

Soto Betawi merupakan makanan yang menggoda selera dengan kuah santan yang gurih dan kental. Kombinasi daging sapi atau jeroan yang dimasak sampai empuk menambah kelezatan tersendiri. 

Umumnya, makanan ini dihidangkan dengan adanya emping melinjo yang menambah tekstur renyah dalam setiap suapan. Tambahkan acar segar yang terdiri dari irisan wortel, bawang merah, dan mentimun. Hal tersebut bisa memberikan keserasian rasa yang segar di tengah kenikmatan kuahnya. 

Soto Betawi menjadi sajian yang tepat untuk dimakan kapan saja terutama ketika cuaca lagi dingin. Hal ini tidak mengagetkan mengingat makanan ini selalu menjadi kuliner favorit bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. 

Kata soto Betawi muncul dalam kuliner masakan Indonesia sekitar tahun 1977-1978. Namun bukan berarti tidak ada soto sebelum tahun itu.

Orang yang memperkenalkan dan pertama kali menggunakan kata soto Betawi adalah Lie Boen Po yang merupakan penjual soto di THR Lokasari/Prinsen Park. Sudah pasti, dengan ciri khas cita rasa sendiri. 

Pada waktu itu, terjadi persaingan bisnis antar pedagang soto termasuk Lie Boen Po. Lie Boen Po berusaha keras untuk memberi nama soto yang dibuatnya supaya mempunyai ciri yang khas.

Walaupun berhasil mengumpulkan semua nama soto, soto Betawi belum tercantum dalam daftarnya. Maka dari itu, dia pun akhirnya menamai soto buatannya dengan nama soto Betawi.

Semua penjual soto umumnya di masa-masa tersebut lazimnya menyebut dengan soto kaki Pak “X”. Atau malah dengan nama khas yang lainnya.

Akan tetapi, kata dari soto Betawi mulai meluas menjadi kata umum saat penjual soto mulai tutup sekitar tahun 1991. Sejak itulah soto Betawi tidak hanya terkenal di Jakarta, tetapi juga menjadi makanan yang populer di seluruh Indonesia.

Sampai sekarang ini soto Betawi sudah ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda Provinsi Jakarta pada tahun 2016. 

  • Nasi Uduk

Sebagai makanan khas Jakarta, nasi uduk sangat terkenal sebagai menu untuk sarapan. Cara dalam membuat makanan ini yaitu dengan memasak nasi bersama santan dan beberapa rempah seperti daun salam, kayu manis, dan serai. 

Umumnya, nasi uduk dihidangkan dengan beberapa lauk pendamping seperti ayam goreng, sambal kacang, tahu, tempe, dan telur dadar untuk menambah kenikmatan. Menaburkan makanan ini dengan bawang goreng juga bisa memberikan sensasi renyah dan aroma yang menggugah selera.

  • Gado-Gado Betawi

Gado-gato Betawi mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan gado-gado dari daerah yang lain. Salah satu perbedaannya terletak pada bumbu kacangnya yang sangat kental dan pekat.

Terbuat dari campuran kacang tanah yang diulek sampai menjadi halus, dicampur dengan santan serta bumbu lainnya, saus kacang ini memberikan cita rasa gurih yang tiada duanya.

Gado-gado berisi bermacam-macam sayuran seperti kangkung, tauge, kol, dan bayam yang dipadukan dengan potongan telur rebus dan lontong. Setiap suapan dari makanan ini mampu menghadirkan rasa yang nikmat.

Tak aneh memang karena makanan tersebut adalah salah satu pilihan dari seluruh orang yang mau mencicipi hidangan sehat tanpa mengesampingkan cita rasa.

  • Laksa Betawi

Laksa Betawi menghadirkan kenikmatan khas dari kuah santan yang sangat kental, diperkaya dengan aneka rempah pilihan yang menggoda selera. Yang membuat Laksa Betawi itu berbeda dengan laksa dari daerah lain adalah bumbu khasnya yang membuat rasa menjadi sangat gurih dan kaya.

Semangkuk dari laksa umumnya berisi mie kuning, tauge, potongan telur, dan ayam suwir yang lembut. Rasa yang nikmat dari hidangan ini tak lepas dari kuahnya yang pekat dan meresap dengan baik ke dalam setiap bahan. Aroma rempah dari Laksa Betawi bisa membuat selera makan makin menjadi bertambah

Pada awalnya, Laksa Betawi hanya dikenal oleh kalangan dari masyarakat Betawi sejak abad ke 19. Makanan tersebut sering dihidangkan pada acara-acara yang besar seperti pernikahan, sunatan, dan festival-festival budaya. Lambat laun, Laksa Betawi tidak hanya populer saja, tetapi menjadi ikon kuliner ibu kota yang dicintai oleh banyak warga.

  • Asinan Betawi

Asinan Betawi adalah salah satu sajian khas Jakarta yang menghadirkan cita rasa segar dengan percampuran manis, asam, dan pedas yang seimbang. Makanan ini berisi bermacam-macam sayuran yang segar seperti kol, sawi, tauge, dan wortel yang disiram dengan kuah kacang merah yang khas.

Rasa asam cuka yang ada di kuah membuat makanan ini menjadi terasa sangat menyegarkan, sedangkan kacang tanah dan kerupuk kuning menawarkan sensasi renyah yang sempurna. Makanan ini cocok dimakan ketika cuaca lagi panas. Hal itu dikarenakan makanan ini menawarkan rasa segar yang menyegarkan tenggorokan.

  • Semur Jengkol

Semur jengkol masih menjadi primadona kuliner yang disukai oleh semua orang. Hal itu bisa terjadi karena rasa dari semur jengkol ini begitu nikmat walau mempunyai aroma yang menyengat. Jengkol yang sudah direbus sampai halus lalu dimasak dengan kecap manis serta beberapa rempah seperti cengkeh, pala, dan kayu manis. 

Cita rasa manis, gurih, dan sedikit pedas dari semur jengkol ini mampu meresap dengan sempurna ke dalam setiap potongan jengkol. Semur jengkol dengan tekstur yang empuk dan bumbu yang kaya menjadi makanan yang dapat menggoda selera. Hal itu tidak mengejutkan karena banyak penggemar kuliner yang rela menahan aroma khasnya demi menyantap kelezatan yang diberikan. 

  • Roti Buaya

Roti buaya mempunyai nilai simbolis yang kuat dalam budaya Betawi terutama ketika ada sebuah acara pernikahan adat. Bentuknya yang mirip dengan buaya melambangkan kesetiaan dan keteguhan dalam sebuah hubungan. 

Walau sebelumnya hanya diberikan pada acara khusus, saat ini roti buaya bisa dicicipi sebagai camilan khas yang unik. Tekstur dari makanan ini yang empuk dengan rasa manis membuatnya pas untuk dimakan dengan secangkir teh atau kopi. 

Sejarah roti buaya berakar pada masa kedatangan bangsa Eropa di Batavia. Dahulu, orang Eropa mengungkapkan rasa cintanya kepada lawan jenis dengan memberikan bunga. Melihat hal itu, masyarakat Betawi juga tak mau kalah dan berusaha untuk memberi sesuatu sebagai simbol ungkapan perasaan kepada seseorang.

Pada masa tersebut, area Jakarta mempunyai 13 sungai yang menyebar luas dan buaya mudah ditemukan di setiap aliran sungai. Masyarakat Betawi sudah memahami bagaimana pola hidup buaya yang hanya menikah sekali dan tidak akan berpaling walaupun pasangannya mati ataupun menghilang. 

Maka dari itu, mereka membuat keputusan dengan membuat roti buaya sebagai ungkapan perasaan kepada lawan jenis mereka. Sama seperti Orang Eropa yang memiliki perasaan kepada lawan jenis dengan memberi bunga. Melalui pola hidup buaya itulah yang menjadikan roti buaya sebagai simbol dari kesetiaan. 

Tidak hanya melambangkan kesetiaan, roti buaya juga merepresentasikan kesabaran. Hal itu dikarenakan buaya terkenal akan gerakannya yang tenang saat mengintai mangsanya. Makanan tersebut juga dipandang sebagai lambang kejantanan. Roti buaya sudah melekat erat dalam acara pernikahan masyarakat Betawi. Selain itu, makanan ini juga dipercaya sebagai lambang kesetiaan yang sulit untuk dipisahkan dari ikatan suci pernikahan mereka. 

  • Dodol Betawi

Dodol Betawi merupakan makanan tradisional khas Jakarta yang mempunyai cara pembuatan sangat panjang dan membutuhkan kesabaran. Untuk mendapatkan dodol dengan tekstur yang kenyal serta elastis, maka harus mengaduk campuran gula merah, santan, dan tepung ketan selama berjam-jam tanpa henti.

Banyak orang sangat menyukai dodol ini terutama ketika ada perayaan-perayaan adat. Hal itu dikarenakan rasa dari dodol yang ternyata manis dengan aroma khas dari rasa gula. Selain itu, teksturnya lengket tetapi juga lembut membuat dodol Betawi menjadi camilan yang disukai banyak orang. 

  • Kue Rangi

Kue rangi adalah salah satu jajanan tradisional Betawi yang masih bertahan di tengah gempuran dari camilan modern. Terbuat dari campuran tepung sagu serta kelapa parut, kue ini dimasak dalam sebuah cetakan yang khusus sampai renyah pada area bawahnya. 

Sesudah kue tersebut matang, maka hidangan ini biasanya disajikan dengan saus gula merah yang kental untuk menawarkan perpaduan rasa manis dan gurih yang sempurna. Kue ini mempunyai tekstur yang renyah di luar namun juga tetap lembut di dalam. 

Sudah pernah mencicipi salah satu makanan khas Jakarta ini? Apabila kamu sedang berada di Jakarta atau ingin berkunjung ke sana, pastikan untuk mencoba kuliner khasnya.

Editor Picks

Popular Hashtag